Jayapura, USTJ.AC.ID – Pelaksanaan kegiatan Magang/Kerja Praktik (KP) mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) di Perkumpulan Terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat (PPMA) Papua telah selesai. Kegiatan penarikan mahasiswa menjadi bagian dari rangkaian akhir pelaksanaan Magang/KP sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kembali pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan kerja.
Selama menjalani Magang/KP, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai tugas dan tanggung jawab di tempat kerja, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat adat. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan dalam situasi nyata.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari akhir pelaksanaan Magang/KP adalah presentasi Laporan Kerja Praktik. Dalam presentasi tersebut, mahasiswa mengangkat tema “Program Penguatan Hak Tenurial Masyarakat Adat di Lima Suku di Kabupaten Sarmi Provinsi Papua melalui Pemetaan Partisipatif Masyarakat Adat.”
Topik yang dipresentasikan memperlihatkan pengalaman mahasiswa dalam mempelajari proses pemetaan partisipatif masyarakat adat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengenali, menggambarkan, dan mendokumentasikan wilayah yang menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat adat.
Kegiatan Magang/KP di PPMA Papua juga memberikan pengalaman yang cukup dekat dengan persoalan pembangunan di Papua, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat adat, pemetaan wilayah, kondisi sosial budaya, serta pengelolaan ruang. Hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa karena proses pembelajaran berlangsung secara langsung di lapangan dan tidak hanya melalui teori yang diperoleh di bangku kuliah.
Untuk wilayah Kabupaten Sarmi, pembahasan mengenai pemetaan partisipatif berkaitan dengan upaya masyarakat dalam mengenali dan mendokumentasikan wilayah adatnya. Dalam kegiatan yang diangkat mahasiswa, lima suku yang menjadi bagian dari pembahasan tersebut adalah Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa.
Bagi mahasiswa USTJ, kegiatan Magang/KP menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas pengalaman sebelum memasuki dunia kerja. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga membantu mahasiswa memahami bagaimana bekerja dalam sebuah lembaga, berkomunikasi dengan masyarakat, mengolah informasi lapangan, serta menyusun hasil kegiatan dalam bentuk laporan akademik.
Berakhirnya kegiatan Magang/KP sekaligus menjadi momentum bagi USTJ dan PPMA Papua untuk melihat manfaat dari proses kerja sama yang telah berlangsung. Dukungan dari pihak PPMA Papua memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung sekaligus mengenal lebih dekat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat di Papua.
Melalui kegiatan seperti ini, USTJ terus mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Pertemuan antara pengetahuan akademik dan pengalaman lapangan diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang lebih siap menghadapi dunia kerja serta memiliki pemahaman terhadap kondisi sosial dan pembangunan di Papua.
Kerja sama antara USTJ dan PPMA Papua diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Magang/KP, tetapi dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun bentuk kolaborasi lainnya yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga dan masyarakat.